Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?
Setiap orang tua pasti akan
khawatir ketika anak mereka demam, karena mungkin hal itu akan membahayakan
anak. Mungkin hal ini bisa dimaklumi karena reaksi dari demam ini anak
seringkali rewel dan merasa tidak nyaman. Padahal sebenarnya Demam adalah reaksi
tubuh terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, missal adanya infeksi atau
ketidakberesan kerja organ tubuh. Bolehlah kita tahu sedikit tentang seluk
beluk demam pada anak, supaya kita bisa mengambil tindakan tepat ketika
menghadapi kondisi seperti ini. Artikel ini saya dapat dari Forum Room For
Children yang diasuh oleh dokter-dokter spesialis di bidangnya. Sumber langsung
bisa dilhat di sini.
Orang tua perlu tahu!
Apa yang Harus Dilakukan
Bila Anak Demam?
dr. Fransiska Sri Susanti, Sp.A.
RS PMI Bogor
Demam adalah reaksi tubuh kita terhadap sesuatu
yang mengganggu tubuh kita, misalnya adanya infeksi kuman, benturan terhadap
jaringan, dll. Demam berfungsi untuk mengatasi gangguan tadi, dan diharapkan
gangguan tadi akan hilang. Jadi, demam sebetulnya bukanlah musuh kita,
melainkan teman kita.
Walaupun begitu, banyak orang tua khawatir melihat
anaknya demam. Mengapa? Karena umumnya orang tua khawatir terjadi sesuatu yang
membahayakan anaknya. Hal ini amat sangat dapat dimengerti. Anak yang demam
seringkali rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, tidak mau minum,
bahkan sebagian kecil ada yang kejang karena demam. Jadi, bagaimana sikap kita
sebaiknya bila anak demam?
1. Pastikan betulkan demam?
Ukur suhu badan anak dengan termometer yang baik.
Lakukan dengan benar supaya didapat hasil pengukuran yang benar. Jangan
mengukur suhu dengan sekedar menempelkan telapak tangan karena sensasi suhu
yang didapat sangat dipengaruhi suhu lingkungan dan suhu tangan Anda sendiri.
Pengukuran ini juga diperlukan untuk menentukan kapan anak diberi obat penurun
panas, dan juga sebagai data kepada dokter saat berobat. Pola suhu berhubungan
dengan jenis penyakitnya, sehingga memudahkan dokter memperkirakan diagnosis
pada anak.
2. Perbanyak minum.
Anak yang demam akan membutuhkan lebih banyak
cairan karena banyak cairan yang keluar lewat keringatnya. Cairan ini dapat
berupa air putih, asi, susu, teh manis, jus buah, kuah sayur, bahkan bila perlu
cairan infus bila anak tidak bisa minum.
3. Turunkan suhu permukaan tubuh
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan
mengompres. Bagaimana cara mengompres yang benar? Tujuan mengompres adalah
membuka pembuluh darah tepi, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan
membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Untuk
membuka pembuluh darah tepi yang benar adalah dengan mengompres memakai air
hangat kuku atau air suhu ruangan, bukan air dingin atau air es. Air dingin
atau air es menyebabkan pembuluh darah tepi menutup sehingga justru tidak dapat
membuang panas. Juga tidak diperbolehkan mengompres dengan alkohol karena
alkohol hanya menimbulkan sensasi dingin tetapi tidak banyak membantu
menurunkan suhu, dan adanya kekhawatiran terhirupnya uap alkohol atau
terserapnya alkohol melalui kulit, menyebabkan keracunan alkohol.
TEmpat yang tepat untuk mengompres adalah pembuluh
darah besar, yaitu di kiri kanan leher, ketiak, dan lipat paha. Kesulitannya
adalah sebagian besar anak tidak suka bila hal ini dilakukan. Cara lain yang
bisa dilakukan adalah dengan menyeka seluruh badannya. Mengompres hanya dahinya
tidak membantu banyak. Bila perlu dapat juga anak duduk berendam di air hangat
sambil dibasuh seluruh tubuhnya.
Untuk menurunkan suhu permukaan tubuh juga tidak
diperbolehkan memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Panas tubuh tidak akan
bisa keluar. Sebagian anak sering tampak menggigil bila demam, atau tangan dan
kakinya dingin. Ini menandakan suhu badan masih akan naik. Dalam hal seperti
ini boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki, tetapi setelah
menggigilnya hilang segera lepaskan semua tadi, dan mulailah mengompres.
4. Obat penurun panas.
Haruskah anak minum obat panas bila demam? TIDAK
HARUS. Mengapa? Karena kita tahu bahwa panas adalah sahabat kita. Panas hanya
perlu dihilangkan bila panas itu mengganggu. Jadi bila anak tidak rewel, tidak
pernah kejang, dsb, tidak harus memberikan obat penurun panas. Fungsi obat
penurun panas di sini lebih banyak sebagai penghilang nyeri, untuk membuat anak
lebih nyaman. Umumnya obat penurun panas hanya menurunkan suhu sekitar 1-1,5
derajat celcius, sehingga kesannya panas tidak hilang. Umumnya obat penurun
panas diberikan bila suhu badan mencapai 38-38,5 derajat celcius.
Obat yang bisa dipakai pada anak adalah
parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini mempunyai efektifitas dan tingkat
keamanan yang kurang lebih sama, tetapi ibuprofen lebih berisiko bila diberikan
pada kondisi di mana anak sedang terganggu sistem pembekuan darahnya, misalnya
pada demam berdarah.
Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15
mg/kg/kali. Dapat diulang minimal 4 jam, dan maksimal diberikan 5x sehari.
Ibuprofen diberikan dengan dosis 5 mg/kg/kali bila
suhu 38 derajat celcius, dan 10 mg/kg/kali bila suhu badan 39 derajat celcius.
Dapat diulang minimal 6 jam, dan maksimal diberikan 4 x sehari.
5. Cari penyebab panas
Mencari penyebab panas perlu dilakukan agar panas
tidak terjadi berlarut2. Umumnya bila anak dalam kondisi baik setelah 72 jam
panas perlu dicari penyebab panasnya. Bawalah anak ke dokter untuk dilakukan
pemeriksaan menyeluruh, bahkan seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Bila anak dalam kondisi lemah sekali, tidak mau makan dan minum sama sekali,
kencingnya sedikit, apalagi disertai penurunan kesadaran, tidak boleh menunggu
72 jam, segeralah bawa anak Anda ke dokter.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu para
orang tua dalam bertindak saat anak panas, supaya tidak terjadi kepanikan yang
tidak perlu, atau sebaliknya terlalu meremehkan panas, sehingga anak jatuh
dalam kondisi berat. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar