Minggu, 25 November 2012

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam ?


Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?
Setiap orang tua pasti akan khawatir ketika anak mereka demam, karena mungkin hal itu akan membahayakan anak. Mungkin hal ini bisa dimaklumi karena reaksi dari demam ini anak seringkali rewel dan merasa tidak nyaman. Padahal sebenarnya Demam adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, missal adanya infeksi atau ketidakberesan kerja organ tubuh. Bolehlah kita tahu sedikit tentang seluk beluk demam pada anak, supaya kita bisa mengambil tindakan tepat ketika menghadapi kondisi seperti ini. Artikel ini saya dapat dari Forum Room For Children yang diasuh oleh dokter-dokter spesialis di bidangnya. Sumber langsung bisa dilhat di sini.
Orang tua perlu tahu!
Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?
dr. Fransiska Sri Susanti, Sp.A.
RS PMI Bogor
Demam adalah reaksi tubuh kita terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, misalnya adanya infeksi kuman, benturan terhadap jaringan, dll. Demam berfungsi untuk mengatasi gangguan tadi, dan diharapkan gangguan tadi akan hilang. Jadi, demam sebetulnya bukanlah musuh kita, melainkan teman kita.

Walaupun begitu, banyak orang tua khawatir melihat anaknya demam. Mengapa? Karena umumnya orang tua khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan anaknya. Hal ini amat sangat dapat dimengerti. Anak yang demam seringkali rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, tidak mau minum, bahkan sebagian kecil ada yang kejang karena demam. Jadi, bagaimana sikap kita sebaiknya bila anak demam?

1. Pastikan betulkan demam?
Ukur suhu badan anak dengan termometer yang baik. Lakukan dengan benar supaya didapat hasil pengukuran yang benar. Jangan mengukur suhu dengan sekedar menempelkan telapak tangan karena sensasi suhu yang didapat sangat dipengaruhi suhu lingkungan dan suhu tangan Anda sendiri. Pengukuran ini juga diperlukan untuk menentukan kapan anak diberi obat penurun panas, dan juga sebagai data kepada dokter saat berobat. Pola suhu berhubungan dengan jenis penyakitnya, sehingga memudahkan dokter memperkirakan diagnosis pada anak.
2. Perbanyak minum.
Anak yang demam akan membutuhkan lebih banyak cairan karena banyak cairan yang keluar lewat keringatnya. Cairan ini dapat berupa air putih, asi, susu, teh manis, jus buah, kuah sayur, bahkan bila perlu cairan infus bila anak tidak bisa minum.
3. Turunkan suhu permukaan tubuh
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres. Bagaimana cara mengompres yang benar? Tujuan mengompres adalah membuka pembuluh darah tepi, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Untuk membuka pembuluh darah tepi yang benar adalah dengan mengompres memakai air hangat kuku atau air suhu ruangan, bukan air dingin atau air es. Air dingin atau air es menyebabkan pembuluh darah tepi menutup sehingga justru tidak dapat membuang panas. Juga tidak diperbolehkan mengompres dengan alkohol karena alkohol hanya menimbulkan sensasi dingin tetapi tidak banyak membantu menurunkan suhu, dan adanya kekhawatiran terhirupnya uap alkohol atau terserapnya alkohol melalui kulit, menyebabkan keracunan alkohol.
TEmpat yang tepat untuk mengompres adalah pembuluh darah besar, yaitu di kiri kanan leher, ketiak, dan lipat paha. Kesulitannya adalah sebagian besar anak tidak suka bila hal ini dilakukan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyeka seluruh badannya. Mengompres hanya dahinya tidak membantu banyak. Bila perlu dapat juga anak duduk berendam di air hangat sambil dibasuh seluruh tubuhnya.
Untuk menurunkan suhu permukaan tubuh juga tidak diperbolehkan memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Panas tubuh tidak akan bisa keluar. Sebagian anak sering tampak menggigil bila demam, atau tangan dan kakinya dingin. Ini menandakan suhu badan masih akan naik. Dalam hal seperti ini boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki, tetapi setelah menggigilnya hilang segera lepaskan semua tadi, dan mulailah mengompres.
4. Obat penurun panas.
Haruskah anak minum obat panas bila demam? TIDAK HARUS. Mengapa? Karena kita tahu bahwa panas adalah sahabat kita. Panas hanya perlu dihilangkan bila panas itu mengganggu. Jadi bila anak tidak rewel, tidak pernah kejang, dsb, tidak harus memberikan obat penurun panas. Fungsi obat penurun panas di sini lebih banyak sebagai penghilang nyeri, untuk membuat anak lebih nyaman. Umumnya obat penurun panas hanya menurunkan suhu sekitar 1-1,5 derajat celcius, sehingga kesannya panas tidak hilang. Umumnya obat penurun panas diberikan bila suhu badan mencapai 38-38,5 derajat celcius.
Obat yang bisa dipakai pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang kurang lebih sama, tetapi ibuprofen lebih berisiko bila diberikan pada kondisi di mana anak sedang terganggu sistem pembekuan darahnya, misalnya pada demam berdarah.
Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15 mg/kg/kali. Dapat diulang minimal 4 jam, dan maksimal diberikan 5x sehari.
Ibuprofen diberikan dengan dosis 5 mg/kg/kali bila suhu 38 derajat celcius, dan 10 mg/kg/kali bila suhu badan 39 derajat celcius. Dapat diulang minimal 6 jam, dan maksimal diberikan 4 x sehari.
5. Cari penyebab panas
Mencari penyebab panas perlu dilakukan agar panas tidak terjadi berlarut2. Umumnya bila anak dalam kondisi baik setelah 72 jam panas perlu dicari penyebab panasnya. Bawalah anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium. Bila anak dalam kondisi lemah sekali, tidak mau makan dan minum sama sekali, kencingnya sedikit, apalagi disertai penurunan kesadaran, tidak boleh menunggu 72 jam, segeralah bawa anak Anda ke dokter.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu para orang tua dalam bertindak saat anak panas, supaya tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu, atau sebaliknya terlalu meremehkan panas, sehingga anak jatuh dalam kondisi berat. Terima kasih.

Jumat, 09 November 2012

Tanda Posisi Menyusui Nyaman

Hari-hari pertama bunda menyusui, mungkin akan terasa sulit namun yakinlah seiring berjalannya waktu, bunda dan si kecil akan menemukan posisi menyusui yang nyaman.



Tanda-tanda posisi menyusui nyaman :

  • Bunda tidak merasa sakit
  • Dada si kecil menempel pada tubuh bunda dan dia tidak perlu memutar posisi kepala saat menghisap
  • Mulut si kecil terbuka lebar dengan lidah pada bagian bawah
  • Dagu si kecil menempel pada payudara bunda
  • Bibir si kecil seperti bibir ikan 
  • Kalang payudara/ areola sedikit terlihat atau hampir seluruhnya masuk dalam mulut si kecil 
  • Terkadang terdengar suara si kecil menelan 

ASI Nutrisi Terbaik

Segera setelah lahir, si kecil di letakkan di perut bunda untuk mencari puting susu bundanya .Proses yang di kenal sebagai inisiasi menyusui dini ( IMD ) ini berlangsung 30menit hingga 1jam dan memiliki berbagai manfaat di antaranya membentuk ikatan istimewa antara bunda dan bayi . Kolostrum / jolong yang keluar pada hari - hari pertama melahirkan berperan untuk bayi dari berbagai infeksi .

ASI dengan kandungannya yang lengkap dan mudah di cerna menjadikannya sebagai nutrisi terbaik bagi bayi . Asam Dokosaheksaenoat ( DHA ) dan Asam Arakidonat ( AA ) yg terkandung di dalamnya membantu pembentukan dan perkembangan sel-sel otak.

Bagi bunda, manfaat menyusui selain dapat mengembalikan rahim ke ukuran semula, mengurangi pendarahan pasca melahirkan, mengembalikan postur tubuh bunda juga dapat menunda kehamilan. Dengan menyusui, juga mencegah terjadinya kanker payudara dan kanker rahim di masa yang akan datang serta menurunkan resiko terjadinya depresi pasca melahirkan, obesitas / kegemukan, dan diabetes melitus/kencing manis.

Senin, 05 November 2012

Penyebab dan Solusi Anak Susah Makan


GANGGUAN susah makan sering dialami anak usia balita. Padahal, makan bagi anak memiliki tiga fungsi yang baik, yaitu pemenuhan kebutuhan gizi dan energi, edukasi, dan entertainment.

Banyak cara yang dilakukan sang bunda untuk membujuk anak memiliki nafsu makan yang seimbang. Namun, apakah orangtua tahu penyebab anak susah makan?

Menyikapi hal itu, Mifta Novikasari seorang nutritionistmemaparkan penyebab anak susah makan karena faktor makanan itu sendiri, gangguan pola makan, atau sakit. Anak-anak cepat bosan dengan makanan mereka, malas mengunyah, dan pertumbuhan gigi.

“Anak-anak dikenal suka menolak makanan tertentu atau memilih makanan yang ingin mereka makan, itu penyebab umum dari faktor anak susah makan,” katanya di depan para kader ibu-ibu PKK di Jatim Expo, Surabaya, Rabu (23/5/2012).

Dengan gejala penyebab seperti itu, seorang ibu mengalami kecemasan. Namun, harus diketahui saat yang tepat di mana ibu dapat mengkhawatirkan kesehatan sang buah hati. Menurutnya, proses yang tepat ibu khawatir terhadap asupan gizi yang kurang pada anaknya, harus dilihat dari pantauan berat badan, muntah, atau disertai demam/diare.

“Jika anak mengalami gejala yang dicemaskan oleh ibu, saat itulah tindakan tepat perlu dilakukan," katanya.

Guna menanggulangi dan mencari jalan keluar supaya anak memiliki nafsu makan yang seimbang, alangkah baiknya jika orangtua melakukan langkah-langkah praktis yang dapat dilaksanakan sehari-hari, seperti makan bersama. Ikutsertakan anak dalam menyajikan makanan, peralatan makanan yang menarik, atau hormatilah cita rasa anak.

“Dengan penyajian variasi makanan pun dapat menggugah nafsu makan sang anak lebih lahap menyantap makanannya, seperti berikan tim nasi merah ayam, puding ubi merah, sop buah campur, atau kentang kukus bayam. Selain makanan, susu pun penting guna tumbuh kembang anak. Susu dapat membantu memenuhi gizi harian pada usia pertumbuhan,” tutupnya.